Personal Blog, Tips Memilih Domain Keren

Heri Setiawan 4 min read
domain blog keren

Selama menjadi bloger, pertanyaan kedua yang sering diajukan selain bagaimana cara membuat blog adalah bagaimana untuk dapat custom domain. Pertanyaan tersebut seringkali muncul terutama bagi yang ingin belajar ngeblog dimulai dari nol. Saya kira untuk dua pertanyaan tersebut sendiri sebenarnya teknis sekali dan saat ini sudah banyak tutorialnya di mesin pencari. Namun yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana memilih domain yang tepat terutama untuk blog personal.

Keuntungan Mengelola Blog

Sebelum memasuki bagaimana tips memilih domain, Beberapa keuntungan yang didapatkan dari kegiatan blogging ini. Namun nyatanya, di tahun 2020 lalu yang hampir semuanya dialihkan ke online dan dipengaruhi oleh pembatasan aktivitas, blogging lebih ramai kembali dan bahkan memiliki peminat yang banyak.

Memiliki dan mengelola blog selama ini memberikan saya beberapa keuntungan, misalnya:

  • Dapat melatih skill
  • Mendapatkan penghasilan tambahan.
  • Memperluas jaringan dan relasi.
  • Mendapatkan ilmu baru seperti konten marketing atau media sosial
  • Membuka jalan pintu rezeki dalam bentuk lainnya.
  • Sebagai aset digital atau portfolio
  • dan lain-lain

Tips Memilih Domain untuk Blog Personal

Seperti yang telah disebutkan pada awal postingan, custom domain menjadi minat tersendiri bagi yang mulai serius akan minat terhadap blog. Kesan awal agar lebih terlihat “keren” atau agar menjadikan blog profesional selalu menjadi alasannya, yang kemudian dapat diikuti untuk menjadi motivasi sendiri untuk terus mengisi konten di blog. Selain istilah domain lebih akrab pada awalnya, harganya jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan hosting.

Namun, karena domain bersifat permanen ke depannya, maka pertimbangan dalam memilih domain ini perlu diperhatikan. Perlu diketahui jika blog sudah dioptimasi dengan baik, maka tak bisa sesukanya mengganti domain apalagi berdasarkan mood atau mengikuti trend saja. Apalagi jika postingan blog sudah terindeks banyak di mesin pencarian, jika mengganti domain akan diulang lagi perayapan atau crawlingnya.

Jika ingin mengganti custom domain, sebenarnya ya bisa saja sih namun pasti akan membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk redirects dan optimasi lainnya. Namun menurut saya sangat disarankan lebih baik membuat blog lainnya misalkan blog utama sudah maksimal optimasinya bahkan sudah menahun. Hal ini barangkali tak masalah bagi blogger tekno, namun jika bagi yang kurang yakin bisa mencari jasa atau teknisi terpercaya terutama apabila tak mempunyai waktu.

Nah maka dari itu, agar di masa depan terhindar dari kejadian semacam di atas, yuk intip tips memilih domain blog berikut:

Menetapkan Tujuan Dibuatnya Blog

Dibuatnya sebuah blog, pasti pada awalnya memiliki alasan dan tujuan sesederhana apapun itu. Ada baiknya di masa kini, mempunyai sebuah blog harus memiliki tujuan. Blog yang tujuannya hanya akan diisi dengan hal-hal yang sangat personal tentunya akan berbeda dengan blog yang diniatkan untuk berisi aneka informasi pengalaman.

Isi dari blog juga selanjutnya ditentukan dari niche blog itu sendiri, apakah lifestyle yang lebih bebas dan leluasa ataukah niche yang lebih spesifik misalnya travel, book, parenting, atau tekno. Hal ini penting juga karena pemilihan nama domain juga sifatnya yang dekat dan berhubungan dengan isi dari blog itu sendiri.

Gunakan Nama Domain yang Simpel dan Mudah Diingat

Nama domain bisa saja bebas disesuaikan dengan kesukaan dan keinginan, namun untuk dalam waktu yang panjang sebaiknya pilihlah nama domain yang short and simple sehingga mudah dilafalkan dan mudah diingat.

Untuk blog personal, rata-rata menggunakan nama sendiri atau panggilan akrab untuk branding di internet. Penggunaan nama di pilih sebagai domain sekaligus dapat menjadi branding akan siapakah kita di laman internet.

Jika ingin lebih mudah lagi terutama dalam pengucapan, sebaiknya hindari juga menggunakan dua huruf mati secara berurutan. Kamu dapat mengecek ketersediaan domain di situs jual domain termurah untuk mengecek apakah domain tersebut tersedia untuk dibeli atau tidak.

Nama Domain Jangan Terlalu Panjang

Untuk nama domain baik untuk brand maupun blog personal, usahakan juga untuk jangan terlalu panjang dan cukup gunakan saja 5-8 huruf. Hal ini dikarenakan akan mempengaruhi panjangnya url atau link postingan dalam mesin pencarian yang bisa mempengaruhi SEO.

Belum lagi misalnya jika menggunakan platform blogger seperti saya, maka ada tambahan lagi yaitu keterangan tahun dan bulan yang membuat url lebih panjang jika dibandingkan url tanpa keterangan waktu.

Jangan Gunakan Nama Domain yang Ambigu

Masih ada kaitannya dengan poin nomor dua, nama domain ada baiknya tak menggunakan nama yang ambigu. Misalnya menggunakan perpaduan huruf dan angka, atau huruf dan tanda hubung (-). Bayangkan saja ketika sedang diucapkan, akan lebih mudah apabila nama domain menggunakan nama yang jelas.

Hindari juga menggunakan nama domain yang mengandung kata kunci aktif, misalnya saja seperti tips-bisnis-online. Selain untuk jangka panjang akan menyulitkan bagaimana membagi isi konten jika sudah fokus, di mesin pencari juga tak ada pengaruhnya lagi jika ingin mendapatkan trafik yang banyak atau posisi halaman muda.

Pilih Ekstensi Domain TLD/ccTLD

Selanjutnya adalah memilih ekstensi domain, untuk blog personal sendiri disarankan menggunakan Top Level Domain yang umum digunakan misalnya .com dan .net. Selain keduanya populer digunakan sehingga mudah diingat dan diucapkan, harga juga termasuk terjangkau untuk per tahunnya.

Opsi kedua selain TLD juga bisa menggunakan ccTLD seperti .id, web.id, atau my.id. Untuk domain ccTLD .id sendiri harga biasanya lebih mahal daripada .com/.net, tinggal disesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

Sebagai tambahan, penggunaan kategori domain TLD/ccTLD ini biasanya masuk dalam salah satu pertimbangan klien dalam kerja sama dan menjadi nilai plus selain dari kualitas konten dan kesehatan blog itu sendiri.

Hati-Hati dengan Expired Domain

Bisa jadi kita menemukan nama domain blog yang unik dan cocok sekali sesuai dengan kepribadian. Namun cek kembali apakah domain tersebut pernah tidak aktif (kedaluwarsa) dan tersedia untuk dijual kembali. Hal ini berbahaya karena bisa jadi domain sebelumnya terindikasi pelanggaran, spam, atau pornografi. Cek terlebih dahulu domain yang tersedia tersebut salah satunya dapat melalui WHOIS.

Jangan Memilih Nama Domain yang Mirip dengan Brand/Trademark

Gunakanlah nama domain yang unik dan jangan mirip dengan brand-brand besar atau yang sudah terkenal, apalagi bagi yang hanya ingin mengejar statistik angka.

Pilih Penyedia Domain Blog yang Terpercaya

Pertanyaan selanjutnya yang biasanya muncul perihal domain yaitu mengenai rekomendasi tempat membeli domain. Seringkali untuk pemula, pertimbangan harga menjadi nomor utama dalam pengambilan keputusan untuk membeli domain. Beruntungnya, ada situs yang menjual domain termurah di Indonesia sekaligus berkualitas yaitu DomaiNesia. Di sini, kita bahkan bisa mendapatkan domain murah mulai 8000 saja lho! Sebagai gambaran, berikut beberapa daftar harga di DomaiNesia:

DomaiNesia sendiri telah memiliki rating 4.5 dari 5 bintang di Google dan memiliki tim support yang aktif selama 7/24 yang siap membantu dalam proses pengaktifan domain jika kamu butuh. Untuk aktivasi jika cepat, aman, dan memiliki fasilitas Managed DNS. Pembelian domain ini juga bisa digabung beserta pembelian paket hosting, tambahan privacy protection, penambahan SSL jika menginginkan keamanan yang lebih, serta dapat memilih sendiri lokasi server mau di Singapore (SG), Dallas (US), Jakarta (ID), Tokyo (JP), atau London (UK).

Untuk pembayaran di DomaiNesia juga mudah dan tersedia dari berbagai pilihan, misalnya Transfer Bank, PayPal, VISA, Virtual Account, E-Wallet (OVO, DANA, LinkAja, ShoopePay, GoPay, Paytren), dan bahkan melalui Indomaret jika kamu belum mempunyai rekening/ATM. Yuk, tunggu apa lagi, segera ambil domain milikmu!

Catat dan Tepat Bayar Tagihan Renewal Domain

Hal ini memang terlihat sepele, namun nyatanya tetap ada saja kejadian di mana lupa perpanjangan domain. Sebetulnya dari penyedia biasanya memberikan reminder melalui e-mail, namun jika tertumpuk akan kesibukan atau lupa dapat membuat domain tidak aktif. Sangat disayangkan apabila sudah berproses menahun kemudian domain hilang atau bahkan domain tersebut terburu dibeli di pihak lain. Maka dari itu, sangat disarankan untuk mencatat kapan waktunya membayar perpanjangan domain.

Semoga tips di atas dapat menjawab pertanyaan mengenai bagaimana memilih domain terutama untuk blog personal. Menggunakan domain secara berbayar atau bukan lagi gratisan, pastinya akan muncul rasa bangga dan termotivasi untuk terus konsisten mengisi kolom-kolom postingan dalam blog. Semoga artikel ini dapat membantu ya, sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *